Uncategorized


Dua Hari yang lalu aku baca dikoran mengenai protes beberapa perusahaan yang menuntut pengembalian tarif parkir kembali menjadi Rp.500 dari Rp.1000 yg sekarang. awalnya aku tidak setuju dengan protes itu. karena idialisme di kepalaku bahwa parkir adalah pajak yang digunakan untuk pembangunan.

sampai akhirnya aku sempat ngobrol dengan seorang tukang parkir di sebuah pertokoan di daerah Gatot Subroto. saat itu aku bayar diang dengan Rp. 500, tapi dia minta Rp. 1000. setelah aku beri Rp. 1000 dia bilang makasi dengan tambahan “setoran juga naik nih. dari 1,2juta menjadi 1.8juta.”

Lho, bukannya setoran parkir ditentukan dari jumlah potongan tiket yang disetorkan? atau dari jumlah Slip Parkir yang di beli dari kantor PD. Parkir?

lalu dari mana PD Parkir bisa dapat angka dalam laporan yang menunjukan bahwa pendapatan parkir sekian juta, naik ato turun sekian persen dari taun lalu?

Iseng2 aku buat itung2an sederhana ttg parkir ini dengan sample sepeda motor saja.

Sepeda Motor
Lama Baru Rasio
Tarif Parkir Rp 500 Rp 1,000 100%
Jumlah Motor per bulan 3,000 3,000 0%
Total Pungutan Parkir Rp 1,500,000 Rp 3,000,000 100%
Setoran ke "Atas" Rp 1,200,000 Rp 1,800,000 50%
Penghasilan Tukang Parkir Rp 300,000 Rp 1,200,000 300%

 

KEsimpulan sederhananya sih :

- Kenaikan parkir 100%, sehingga pungutan parkir juga naik 100%

- tapi pendapatan daerah dari parkir hanya naik 50%.

- berita baiknya, penghasilan tukang parkir justru naik 300%.

parkingtapi justru skrg, tukang parkirnya bukan kalangan dari masyarakat aja. ditempat2 yg rame justru parkir sudah dikelelola oleh perusahaan dengan modal besar dengan sistem palang pintunya. dan seperti kesimpulan diatas, kenaikan tarif ini tentu akan sangat menguntungkan mereka.

wow, jadi apa tujuan pemerintah menaikkan tarif parkir? **aku ada jawaban nyelenehnya, tapi takut kena masalah  :D

Dulu aku sempat punya prinsip, jgn bayar parkir kalo tidak ada tiket parkirnya, tapi dengan paparan diatas, aku kira tidak akan berguna juga.

Pada dasarnya aku hanya manusia dengan tipe diurnal. Sehingga kegiatan malam aka keluar malam, jarang aku lakukan. Dulu saat masih kuliah mungkin iya. Begadang semalam suntuk mpe pagi, lalu tidur dari pagi mpe siang :D .

Dulu, begadang sering dilakukan pas Ngumpul dengan teman2 UKM, baik untuk membahas kegiatan serius, ataupun sekedar bakar2an di halam UKM. **dulu masih boleh nginep dan bikin kegiatan malam di UKM. Entah skrg. Banyak cerita ttg hal ini, semoga bisa dimuat dalam postingan lain.

Semenjak nikah dan punya bayi mitha, aku jadi orang rumahan termasuk Begadang dirumah :D . tapi… skrg setelah bayi mitha agak gedean, udah 8 bulan skrg, mulai muncul keinginan untuk sekedar keluar malam. Dengan tujuan sekedar ngobrol dan bersosialisasi. Cumin tempatnya yg masih menjadi kendala. Sebenarnya banyak tempat sih, hanya saja aku ada beberap criteria dalam mencari tempat ngumpul. Al. :

  1. Tempat nya bebas. Bebas untuk ngobrol, dan bersenda gurau.
  2. Tempatnya / warung Tidak mengharuskan membeli makanan berat. Minum dan sekedar camilan saja cukup untuk menemani ngobrol.
  3. Jam tutupnya agak malam. Yaa… jam2 12an lah.

Seperti ketiga hal tersebut juga ga saklek2 amat. So bisa berubah sewaktu2 tanpa pemberitahuan.

Sehingga ada beberapa tempat mewakili persyaratan tersebut :

  1. Lesehan Angkringan. Aku baru sekali ke tempat ini, diajakin pas syukurannya nya Bli Wira aka dek Wah, bersama temen2 BBC. Tempatnya memang enak, dan bebas untuk ketawa hingga LoL pangkat tak berhingga. Untuk lebih jelasnya bisa di baca di :
  1. Dunkins donuts, baru tau kalo DD buka mpe larut malam. Ternyata asik juga. Ulasan lengkap tempat ini ada di postingan Prima di sini.
  2. Warnet!! Yes warnet. Aku suka nongkrong di warnet. Walaupun sudah punya modem. Di seputaran Jl. Gunung Agung skrg sudah banyak ada warnet. Sekitar 4 – 5 buah. Dan semuanya rame2. Cumin favoritku ada di Orange.net. sebelahnya SMPN 2 Denpasar. Tempatnya enak, mereka menyediakan tempat khusus bagi pembawa laptop. Dekat jendela, so bisa melihat jalan raya yg crowded. Tempat ini bisa dijadikan tempat nongkrong, juga karena memenuhi 3 kriteria diatas. Hanya saja ruangan mereka bebas rokok, sehingga kalo mau rokokan bisa dipelataran parkirnya. Tapi kalo malam adem juga kok. Nanti deh aku post gambarnya.
  3. Trotoar. Nah ini yg terakhir dari daftarku. Trotoar bisa bisa dijadikan tempat nongkrong seperti yg terjadi rabu malam kemaren. Entah gimana kronologi kejadiannya, tiba2 saja pas aku dating kawan2 BBC udah pada nangkring di trotoar pertigaan jalan.

    Woiii ceritaan detailnya dunk!!! Plus photonya sekalian.

  4. Dan tempat2 umum lainnya. Sesuai “SIKONTOLPANJANG”

    SItuasi, KONdisi, TOLeransi, PANdangan, dan JANGkauan.

Itulah tempat2 yg mungkin bisa dijadikan ajang ngumpul. Oh iya pesan dari Mbah SATPOL PP yg belakangan sedang di usut, karena kesewenang2annya,

“bawalah KTP / identitas diri lainnya kemanapun kelian ngumpul untuk menghindari terpampangnya wajah para BBC di media karena kena razia gepeng dan tuna wisma”

 

the Real Transformer

wah beneran ada Transformer lho. keren… khayalan dan imajinasi menuju ke kenyataan. jgn2 android yang 99.9999% spt manusia sudah beredar diantara kita… …

perang manusia melawan machine. The Matrix mode ON

Beberapa hari lalu dapat sms dari Tetuanya BBC, tentang akan adanya unsub party sesuai futsal sabtu di rumah Kapten Futsal BBC, Agung Pushandaka. di sms itu juga tercantum “undangan terbatas”, wah sedikit tersanjung karena masuk dalam daftar undangan “terbatas” tersebut. dan dari rumah pas berangkat futsal sudah semangat akan datang menghadiri undangan tersebut.

Tapi……  apa daya, selesai futsal, aku coba telp kerumah untuk menanyakan keadaan dirumah, ternyata ada kabar buruk, Bayi Mitha ku tidak ada yang menjaga, karena mamaknya sibuk mejejaitan untuk persiapan hari raya yang ngantre secara beruntun. sehingga dengan segala daya dan upaya melapor ke bos Anton dan Agung, kalo aku tidak jadi hadir dan langsung meluncur pulang. dengan membayangkan keancuran yang akan terjadi di party tersebut.

Dan pagi ini, seperti biasa sarapan pagi ku salah satunya adalah browsing2 blog walking, dan salah satu website yang tetap ku kunjungi adalah Aggregator nya baliblogger. dan ada tulisan Selo, eh salah Saylow “”dari pada diprotes ma yang punya nama nantinya, tentang acara pesta tersebut. ternyata terungkap bahwa party tersebut adalah dalam rangka unsubnya Agung dari milis BBC dan syukuran blog baru nan seriusnya Agung**rencananya mau diseriusin :D .

untuk lebih jelas dan detail tentang pelaksanaan dan tujuan party tersebut, silahkan baca langsung dari official press release unsub party tersebut di sini.

Sapaan itu aku ucapkan dalam hati setelah sapaan “BBC nggih??” ku dib alas “iya” oleh seseorang yang kemudian mengenalkan dirinya dengan IMCW. Yes! Setelah sempat lewat hingga bunderan ujung hayam wuruk untuk mencari lapangan futsal tempat maennya rekan2 BBC akhirnya bias ketemu juga. Tatap muka dengan rekan2 BBC lainnya dengan menyebut nama “Nyoman”. Sambutan yang hangat, thanks semuanya. Juga dengan mosi tidak percaya mereka bahwa aku akan maen dengan kacamata tetap terpakai :D . iya… kalo tidak pake indra keenam ini, aku akan tidak bisa melihat bola. Bahkan lebih parah lagi tidak bias membedakan kawan ato team seberang. Tambah gawat kan?

Futsalnya sendiri penuh tawa dan teriakan. Terutama dari supporter wanita dari pinggir lapangan, yang diakhir permainan kenalan dengan nama “arie”. Langsung dah aku balas dengan “arie bendahara??” wakakak sorry rie. Dan memang bener, kawan2 BBC butuh pemain tambahan dipinggir lapangan sebagai pengganti, khususnya aku J) maen 15menit dah ngos2an, kunang2, langsung berdiri berkacak pinggang memegang lambung. Sakit nok! :D

Thanks buat rekan2 semua atas sambutannya, rasa persaudaraan, dll

O iya obrolan tentang ansab dan ngambul juga sempat keluar. Termasuk prediksi gus tulank akan ngambul juga dari arena futsal karena datangnya yang rada2 telat.

Semoga sabtu ini bias maen lagi. Walau hanya sebagai pemain milu2 tuwung **mengutip istilah Dr. Oka di absensi pertemuan kisara.

./nyoman

http://baliun.wordpress.com

Next Page »