perjalanan ke lombok

9 – 11 Desember 2011 kemaren, kami mengikuti tirta yatra ke pulau lombok yang diadakan oleh sekaa santi banjar kami.

tirta yatra adalah istilah untuk perjalanan yang dilkakukan dengan melakukan ibadah/persembahyangan ke tempat-tempat suci.

perjalanan ini rencananya akan menuju 6 lokasi yaitu: pura Suranadi, pura narmada, pura Lingsar, Pura Balekuwu, Pura Gunung Sari, dan pura Batu Bolong. dengan mekemit di Pura Lingsar.

Perjalanan ini menggunakan Bus dimulai dengan berkumpul di area banjar kami pada pukul 21.00 Wita, dengan terlebih dahulu melakukan persembahayangan di Pura Bedugul untuk kelancaran dan keselamatan perjalanan. pukul 22.00 bus mulai bergerak menuju pelabuhan padang bai. perjalanan ke padang bai ini sangat biasa2 saja, yang dengan adanya by pass Ida Bagus Mantra membuat waktu tempuh bisa diperpendek. pukul 23.30 bus sudah merapat ke padang bai. Supir bus segera mengurus proses untuk bisa naik ke ferry pukul 24.00 wita.

Saat di ferry keadaan sangat kacau. banyak penumpang yang mengakui kursi tempat duduk sebagai tempat tidurnya. kursi yg seharusnya bisa dipakai oleh 5 orang menjadi hanya untuk dirinya. untung si nenek mitha dgn pedenya meminta seorang penumpang untuk membagi tempat duduknya, dan syukurnya lagi, penumpang itu pasrah untuk bangun dari selonjorannya. akhirnya mitha + nenek + mamanya bisa duduk dgn tenang. sedangkan aku harus keliling jalan2 mencari tempat lain. dari lantai bawah, hingga lantai atas yg beratapkan langit.

dingin? jelas!!! meringkuk diatas dengan selimut + kain sarung adalah solusinya. pukul 3 dinihari, aku ga tahan, kembali turun lantai bawah untuk mencari celah tidur. dan puji tuhan, ada 1 kursi panjang yang kosong!! tanpa babibu, lsg tiduran dengan terlentang, dan sim salabim, aku sudah berubah menjadi salah satu dari para penumpang egois itu!!!

bersambung…..

Categories: My life | Tags: | Leave a comment

jual rumah, lanjut ngekost lagi..

setelah 1.5 tahun punya rumah sendiri, dengan komitment akan semangat mengurus dan mengupdate terus akhirnya saya menyerah. saya benar2 tidak fokus dalam mengelolanya. banyak permasalahan yg muncul silih berganti. mulai dari jarang mempublish tulisan, termasuk membayar hosting dan domainnya ke baliorange.

sebenarnya teman2 di bali orange sangat baik. fasilitas ngutang dan unsuspending domain maupun hosting selalu saya rasakan. cuman karena keseringan jadi malu juga :D . jadi saya balik lagi deh ngekost di wordpress.com.

karena dulu pengelolaan rumah itu tidak teratur, export content pun tidak sempat dilakukan. alhasil saya harus ngekost dengan tulisan seadanya. yaitu tulisan terakhir yg sudah berumur 1.5 tahun. tapi tak apalah, tulisan di baliun.web.id juga tidak banyak, paling banyak cuman 2 :D .

so mari kita benahi kamar kost ini. semoga bisa sering nulis lagi. ga perlu panjang, yg penting rutin. eh ini mah mending ngetwit ato update status facebook ya

Categories: My life | Tags: , , | 1 Comment

Tips Kondangan saat tengah bulan ke atas

awal bulan ini aku punya undangan pernikahan banyak sekali. ga saudara ga teman. alhasil akan banyak uang “selamatan” yg harus disiapkan. dan utnuk menyikapi suasana tengah bulan hingga akhir bulan ini, terpaksa aku siapkan metode baru. yg jika ditulis dengan metode “If.. Else.. ” programming akan menjadi :

dim amplopA, amplopB, amplopDiberi as double

amplopA = 5000

amplopB = 20000

if Ada_Celengan then

amplopDiberi = amplopA        ‘masukkan amplopA ke celengan

else

amplopDiberi = amplopB        ‘serahkan amplopB dengan jabat tangan

endif

Celengan

http://cyberwoman.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybershopping/Smart%20Shopping/mar07/celengan3.jpg

Categories: Uncategorized | 5 Comments

Kenaikan tarif parkir, bergunakah?

Dua Hari yang lalu aku baca dikoran mengenai protes beberapa perusahaan yang menuntut pengembalian tarif parkir kembali menjadi Rp.500 dari Rp.1000 yg sekarang. awalnya aku tidak setuju dengan protes itu. karena idialisme di kepalaku bahwa parkir adalah pajak yang digunakan untuk pembangunan.

sampai akhirnya aku sempat ngobrol dengan seorang tukang parkir di sebuah pertokoan di daerah Gatot Subroto. saat itu aku bayar diang dengan Rp. 500, tapi dia minta Rp. 1000. setelah aku beri Rp. 1000 dia bilang makasi dengan tambahan “setoran juga naik nih. dari 1,2juta menjadi 1.8juta.”

Lho, bukannya setoran parkir ditentukan dari jumlah potongan tiket yang disetorkan? atau dari jumlah Slip Parkir yang di beli dari kantor PD. Parkir?

lalu dari mana PD Parkir bisa dapat angka dalam laporan yang menunjukan bahwa pendapatan parkir sekian juta, naik ato turun sekian persen dari taun lalu?

Iseng2 aku buat itung2an sederhana ttg parkir ini dengan sample sepeda motor saja.

Sepeda Motor
Lama Baru Rasio
Tarif Parkir Rp 500 Rp 1,000 100%
Jumlah Motor per bulan 3,000 3,000 0%
Total Pungutan Parkir Rp 1,500,000 Rp 3,000,000 100%
Setoran ke "Atas" Rp 1,200,000 Rp 1,800,000 50%
Penghasilan Tukang Parkir Rp 300,000 Rp 1,200,000 300%

 

KEsimpulan sederhananya sih :

- Kenaikan parkir 100%, sehingga pungutan parkir juga naik 100%

- tapi pendapatan daerah dari parkir hanya naik 50%.

- berita baiknya, penghasilan tukang parkir justru naik 300%.

parkingtapi justru skrg, tukang parkirnya bukan kalangan dari masyarakat aja. ditempat2 yg rame justru parkir sudah dikelelola oleh perusahaan dengan modal besar dengan sistem palang pintunya. dan seperti kesimpulan diatas, kenaikan tarif ini tentu akan sangat menguntungkan mereka.

wow, jadi apa tujuan pemerintah menaikkan tarif parkir? **aku ada jawaban nyelenehnya, tapi takut kena masalah  :D

Dulu aku sempat punya prinsip, jgn bayar parkir kalo tidak ada tiket parkirnya, tapi dengan paparan diatas, aku kira tidak akan berguna juga.

Categories: Uncategorized | 9 Comments

Family Trip : Sangeh – Plaga – Kintamani – Tampak Siring – Denpasar. Prolog

Libur panjang lebaran kemaren, tepatnya libur terakhir hari selasa, 20 september 2009, diisi dengan jalan2 bareng keluarga dan kerabat. sebenarnya jalan2 ini aku rencanakan pada hari minggu, dengan rute start dari kampung halamanku di Desa Sidan, Gianyar, menuju Gunung Kawi – Istana Presiden Tampak Siring – Goa Gajah – Monkey Forest ubud – trus lanjut pulang ke denpasar. tapi hari itu hujan tiada henti2nya mengguyur gianyar. dan kabar dari teman, kawasan ubud juga hujan deras. akhirnya diputuskan untuk membatalkan perjalanan hari itu dengan langsung balik ke Denpasar sekitar jam 15.oo wita. saat sampai di kawasan Gatsu, anak2 penumpang bemo di belakangku, maklum kami memang naek bemo trayek Ubung – kreneng dan tentu saja aku jadi Sopirnya :D . Ubung … ubung…………..

100_0676

balik ke cerita, mereka pada protes dengan kering jalan2 di denpasar ini. dan demi mengobati kesedihan karena batal jalan2 hari itu. aku berjanji untuk mengajak mereka jalan2 di laen hari. so.. setiba di denpasar langsung online, facebookan, dan tentu saja, checking cuaca via yahoo weather. wadew, dua hari kedepan tidak ada cuaca cerah, padahal liburan tinggal 2 hari. but hari selasa menurut si yahoo cuaca akan cloudy. mau tidak mau aku harus mengambil hari itu.

maka.. di umumkan lah woro2 ke anak2 itu

“Jalan2 hari selasa, dengan tujuan Sangeh – Air Terjun Nungnung – Pelaga – Kintamani – Tampak Siring – Denpasar”

rute ini dipilih tentu dengan alasan utama ke-hemat-nya. karena tempat2 ini ada obyek wisata alam, sehingga tiket masuknya akan murah :D . Makan pun akan jadi murah karena kami bawa rantang dari rumah :D *again. paling mahal mungkin dibensin karena jaraknya yang jauh. tapi… again, dengan “bemo” akan tidak terlalu banyak menghabiskan bensin. karena mesin kecil dan NO AC.

So hari selasa pagi, seluruh penumpang sudah berkumpul di rumah. Ibu dan istriku pun sudah selesai dengan persiapan logistik. Sopir bemoku sudah dihubungi untuk libur hari itu. Cuaca lumayan mendung, but demi menghibur 2 orang anak ini maka acarapun dilanjutkan.

IMG_1121

Etape I : Denpasar – Sangeh

bersambung…..

Categories: My hobby, My life | Tags: , , | 1 Comment

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.